Anda Mau Hidup hingga 100 Tahun?


KINI, sepertinya sudah bukan hal yang mustahil lagi untuk bisa hidup selama 100 tahun. Bahkan, berdasarkan penelitian yang dilakukan ilmuwan Universitas Rochester dan Universitas Boston, orang yang mengidap penyakit jantung dan diabetes pun bisa mencapai usia 100 tahun. Dengan catatan, mereka punya pola hidup yang sehat.

Dr William Hall dari Universitas Rochester memiliki teori baru bagaimana masyarakat bisa panjang umur. Dalam sebuah editorial yang dipaparkan dalam Archives of Internal Medicine, salah satunya adalah berkat peranan ilmu kedokteran yang mencapai kemajuan secara agresif untuk mengatasi pelbagai penyakit usia tua.

"Sudah menjadi rahasia umum untuk mencapai usia 100 tahun sulit dicapai karena ada berbagai macam penyakit kronis. Namun, hal itu kini sudah bisa diatasi dengan kemajuan ilmu kedokteran," tutur Hall.

Kesimpulan Hall tak lepas dari survei yang dilakukan tim peneliti Universitas Boston yang mewawancarai lebih dari 500 wanita dan 200 pria berusia 100 tahun. Para peneliti menemukan bahwa dua per tiga responden terhindar penyakit tua.

Namun, ditemukan juga sebagian responden berhasil bertahan dan selamat dari penyakit tua sebelum mencapai usia 85 tahun. Penyakit yang diderita mereka itu, seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes. Meskipun belum semua fungsi organ tubuh bekerja baik, mereka hampir benar-benar terbebas dari daftar penyakit itu.

Secara keseluruhan, pria memiliki fungsi organ tubuh lebih baik dibandingkan perempuan. Hampir tiga dari empat pria berusia 100 tahun bisa bertahan bahkan bisa mandi dan mengenakan baju mereka sendiri. Sementara itu, hanya satu dari tiga perempuan yang masih memiliki kemampuan tersebut.

"Di sisi lain, perempuan lebih memiliki kondisi fisik dan sosial yang lebih baik. Hal itu membuat mereka mampu hidup dengan mengatasi penyakit kronis dan kondisi kelumpuhan," tutur Ketua Tim Peneliti Universitas Boston, Dr Dellara Terry.

Salah satu contohnya yakni Rosa McGee, salah seorang responden dalam penelitian. Dia merupakan salah satu perempuan yang cukup sehat karena mampu mengatur hidupnya sehingga mampu terhindar dari penyakit kronis. Sekarang dalam usianya yang ke 104, Rosa pun tidak mau berhenti untuk pensiun memasak dan menjahit.

"Kebiasaan hidup saya begitu menakjubkan. Saya tidak mengonsumsi obatobatan apa pun serta tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol," tutur Rosa, yang kini tinggal di apartemen putrinya di Chicago.

Diyakini, faktor gen juga berpengaruh pada usia seseorang. Sebab,kakek-nenek Rosa hidupnya mencapai usia 100 dan 107 tahun. Meskipun gen memang faktor penting, para peneliti tidak berkesimpulan itu merupakan satu-satunya penentu panjang usia.

Penelitian kedua, diketahui bahwa pria yang bisa bertahan hingga usia 70 biasanya memiliki pola hidup yang sehat. Pola hidup itu, antara lain tidak memiliki kebiasaan merokok, terkena diabetes dan tekanan darah tinggi, serta menjaga berat badan dan aktif berolahraga.

Hal itu ternyata secara signifikan meningkatkan kesempatan mereka mencapai usia 90. Pada kenyataannya, mereka hanya memiliki peluang sebesar 54 persen untuk mencapai panjang umur.

Menurut para peneliti dari Universitas Harvard,kemampuan untuk bertahan hidup menurun seiring munculnya berbagai faktor risiko itu. Orang yang memiliki kebiasaan merokok, mengalami obesitas, jarang olahraga, mengidap diabetes,dan tekanan darah tinggi hanya memiliki peluang sebesar 4 persen untuk bisa mencapai umur hingga 90 tahun.

"Orang yang mampu mengatur dan menghindari kebiasaan hidup, yang terkait dengan beberapa penyakit itu, akan meningkatkan kesempatan mereka memiliki fungsi tubuh dan mental yang baik selama dua dekade," ujar peneliti dari Universitas Boston.
(Sindo Sore//tty)

Sumber: OkeZone.Com

Comments

KIlXLjya Cheap Tramadol

loQuZx Cialis Buy

xuIybARh Buy Ativan Cheap

AZeUqXwS xDlxayhG

AZeUqXwS xDlxayhG